Nasikh Mansukh dalam Tafsir Al-Qur'an Indonesia: Kajian Komparatif Pandangan Hasbi, Hamka, dan M. Quraish Shihab

Authors

  • Galuh Perwito Sari UIN SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG Author
  • Muh. Habibulloh Author

Keywords:

nasikh, mansukh, nasikh-mansukh

Abstract

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pandangan tiga ulama besar Nusantara, Muhammad Hasbi al- Shiddieqy, Hamka, dan M. Quraish Shihab mengenai konsep naskh-mansukh dalam Al-Qur’an. Isu naskh-mansukh adalah perdebatan klasik tentang adanya ayat Al-Qur’an yang seolah mengganti atau membatalkan hukum ayat lain. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka, penelitian ini menganalisis secara mendalam berbagai literatur ilmiah, jurnal daring, dan buku-buku digital. Sumber data utama adalah karya tafsir ketiga ulama tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan identifikasi dokumen relevan, diikuti pembacaan dan penelaahan cermat. Analisis data menggunakan metode analisis isi untuk memahami makna dan argumen, kemudian dilanjutkan dengan interpretasi komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasbi al-Shiddieqy dan Hamka secara konsisten menolak naskh, menegaskan bahwa semua ayat Al-Qur’an bersifat muhkamah (kokoh dan abadi) dan hukumnya berlaku. Mereka menafsirkan kasus-kasus yang tampak bertentangan sebagai takhshish (pengkhususan) atau penjelasan kontekstual. Sebaliknya, M. Quraish Shihab menerima naskh, namun dengan definisi yang sangat spesifik: sebagai penggantian hukum syar’i yang kurang ideal dengan yang lebih baik dan relevan

Kata kunci : Nasikh Mansukh, Tafsir Indonesia, Hasbi, Hamka, Quraish Shihab, Studi Komparatif

 

Abstract

This study aims to compare the perspectives of three prominent Nusantara scholars Muhammad Hasbi al-Shiddieqy, Hamka, and M. Quraish Shihab on the concept of naskh-mansukh in the Qur'an. The naskh-mansukh issue is a classical debate concerning whether certain Qur'anic verses appear to abrogate or supersede the rulings of other verses. Employing a qualitative approach with a library study design, this research thoroughly analyzes various scientific literature, online journals, and digital books. The primary data sources are the exegetical works of these three scholars. Data collection involved identifying relevant documents, followed by careful reading and examination. Data analysis utilized content analysis to understand meanings and arguments, then proceeded with comparative interpretation. The findings reveal that Hasbi al-Shiddieqy and Hamka consistently reject naskh, asserting that all Qur'anic verses are muhkamah (firm and eternal) and their rulings remain valid. They interpret seemingly conflicting cases as takhshish (specification) or contextual explanations. Conversely, M. Quraish Shihab accepts naskh, but with a very specific definition: as the replacement of a less ideal shar'i (legal) ruling with a better and more relevant one.

Keywords : Nasikh Mansukh, Tafsir Indonesia, Hasbi, Hamka, Quraish Shihab, Komparatif  Studiesu

Downloads

Download data is not yet available.

References

Khoiri, M. N. A., Firmaningrum, Y., Amiruddin, R., & Sarbani, D. A. (2022). NASIKH–

MANSUKH DALAM AL-QUR’AN. Al-Fatih: Jurnal Studi Islam, 10(01), 75-90.

Wahab, A. (2022). Pandangan Abdullah Saeed Pada Konsep Nasikh Mansukh. Nun: Jurnal

Studi Alquran dan Tafsir di Nusantara, 8(1), 1–19

(2025). Revitalizing Islamic studies: a two-decade conversion in Indonesia's state Islamic

universities. Social Sciences & Humanities Open, 12, 102153

Aziz, T. (2018). Problema Naskh Dalam Alquran (Kritik Hasbi Ash-Shiddiqiey Terhadap

Kajian Naskh). Al-Bayan: Jurnal Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, 3(1).hlm 34

THE IMPLICATIONS OF T.M HASBI ASH-Ṣ HIDDIEQY’S CRITICISM OF THE

NĀSIKH-MANSŪKH THEORY IN HIS INTERPRETATION OF PLURALISM VERSES.

(2024). Tajdid: Jurnal Ilmu Ushuluddin, 23(1), 60–102.

Hidayat, R. (2018). Pemikiran Tafsir Hamka dalam Tafsir Al-Azhar. Jurnal Studi Ilmu-ilmu

Al-Qur'an dan Hadis, 19(2), 150-165.

Ruslan. (2020). Nasikh Dan Mansukh Alquran Menurut Dr. Hamka. Journal of Islamic and

Law Studies, 3(1). 167

Isma’il Ibn Katsir, Tafsir al-Qur’an al-Azhim, jilid I (Singapura : Sulaiman Mar’iy.

Tth) h.15

Irfanuddin, M., Muid, A., & Lubis, Z. H. (2023). Nâsikh Mansûkh Dan Implementasinya

dalam Tafsir Al-Qur`anul Majid An-Nūr Karya Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy. Jurnal

Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika, 1(1), 88-107.

M. Quraish Shihab, Tafsir al-Mishbah; Pesan Kesan dan Keserasian al-Qur’an.

(Jakarta: Lentera Hati. 2002) h.276 –277.

Maulana, M. A. (2022). Konsep Nasakh dalam Tafsir Al-Mishbah Karya M. Quraish

Shihab. Jurnal Studi Al-Qur'an dan Tafsir Nusantara, 2(1), hlm 57

Hamka. (2015). Tafsir Al-Azhar. Depok: Gema Insani.

Fadil, M. R., & Basit, A. (t.t.). NASIKH-MANSUKH PERSPEKTIF M. QURAISH

SHIHAB DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENAFSIRAN.

Mochamad, Z. F. (2023). Kajian Kritis Tentang Nasikh Mansukh dalam Al-Qur’an. At-

Taisir: Journal Of Indonesian Tafsir Studies, 4(1), hlm. 15

Ulinnuha, M., & Nafisah, M. (2020). MODERASI BERAGAMA PERSPEKTIF HASBI

ASH-SHIDDIEQY, HAMKA, DAN QURAISH SHIHAB. SUHUF, 13(1), 55–76.

hodiq, Ja’far. (2021). *PENERAPAN KAIDAH NASKH MANSÛKH DALAM TAFSIR

AL-AZHAR

Downloads

Published

19-01-2026

Issue

Section

Articles

How to Cite

Nasikh Mansukh dalam Tafsir Al-Qur’an Indonesia: Kajian Komparatif Pandangan Hasbi, Hamka, dan M. Quraish Shihab. (2026). Jurnal Pendididikan Dan Studi Islam, 1(01), 52-61. https://journal.ranufa.com/index.php/PISI/article/view/4