Hak Nafkah 'Iddah Perempuan Pasca Perceraian: Kajian Tafsir Tematik Progresif
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara pemahaman fikih klasik dengan kebutuhan sosial kontemporer terkait hak nafkah 'iddah bagi perempuan pasca perceraian. Dalam fikih klasik, 'iddah sering dipahami sebatas masa tunggu untuk memastikan kekosongan rahim (bara'at al-rahim), sementara pada perkara cerai gugat (khulu'), sebagian ulama menggugurkan hak nafkah 'iddah. Penelitian ini bertujuan menganalisis penafsiran ayat-ayat hak nafkah 'iddah serta merekonstruksinya melalui pendekatan tafsir tematik progresif Muhammad Chirzin. Penelitian bersifat kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan fokus pada Qs. al-Baqarah/2: 228, 234, 240; al-Aḥzāb/33: 49; dan al-Ṭalāq/65: 1, 4, dan 6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tujuh ayat tersebut konsisten menjamin perlindungan ekonomi perempuan pasca perceraian; (2) makna 'iddah diperluas tidak hanya sebagai masa biologis, tetapi juga sebagai masa pemulihan psikologis dan sosial; dan (3) prinsip bil-ma'rūf menuntut standar nafkah dikontekstualisasikan dengan kelayakan hidup dan kebutuhan riil perempuan, termasuk pada perkara cerai gugat yang dilatarbelakangi KDRT, penelantaran, atau perselingkuhan.
Kata Kunci: Bil-Ma'rūf; Cerai Gugat; Hukum Keluarga Islam; Nafkah 'Iddah; Tafsir Tematik Progresif.
Downloads
References
DAFTAR PUSTAKA
Al-Farmawi, A. H. (1996). Metode penafsiran maudhu'i: Suatu pengantar (A. Jamrah, Trans.). Jakarta: PT Raja Grafindo.
Al-Farmawi, A. H. (2022). Metode penafsiran maudhu'i: Suatu penerapannya (R. Anwar, Trans.). Bandung: Pustaka Setia.
Al-Qurthubi, I. (2008). Tafsir al-Qurthubi (Jilid 14, M. M. Rida, Trans.). Jakarta: Pustaka Azzam.
Al-Qurthubi, I. (2009). Tafsir al-Qurthubi (Jilid 3, M. M. Rida, Trans.). Jakarta: Pustaka Azzam.
Al-Wahidi an-Nisaburi. (2014). Asbabun nuzul: Sebab-sebab turunnya ayat-ayat al-Qur'an (M. Syamsi, Trans.). Surabaya: Amelia.
Aminah, N. (2023). Urgensi pemenuhan hak istri pada masa iddah akibat cerai gugat perspektif maqāṣid sharī'ah Jasser Auda (Skripsi tidak dipublikasikan). Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Malang.
Ananda, S. A. W., Zayyan, W. A., & Arifin, I. (2021). Pandangan Islam tentang wanita karir dan ibu rumah tangga dalam bingkai keluarga dan masyarakat. Profetika: Jurnal Studi Islam, 347–356.
Annas, S. (2017). Masa pembayaran beban nafkah iddah dan mut'ah dalam perkara cerai talak (Sebuah implementasi hukum acara di Pengadilan Agama). Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 10(1), 1–12.
ar-Rifa'i, M. N. (2012). Kemudahan dari Allah: Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir (Jilid 2). Jakarta: Gema Insani Press.
ath-Thabari, A. J. M. bin J. (2007). Tafsir ath-Thabari (Jilid 3 & 4, Ahsan dkk., Trans.). Jakarta: Pustaka Azzam.
az-Zuhaili, W. (2013). Tafsir al-Munir: Aqidah, syariah, manhaj (Jilid 1 & 8, A. H. al-Kattani dkk., Trans.). Jakarta: Gema Insani.
az-Zuhaili, W. (2016). Tafsir al-Munir. Jakarta: Gema Insani.
Bahri, S. (2015). Konsep nafkah dalam hukum Islam. Kanun: Jurnal Ilmu Hukum, (66), 375–395.
Chirzin, M., Fahrudin, & Fatmawati, F. (2023). Reformulasi metode tafsir tematik. Bantul, Yogyakarta: Q-Media.
Dahlan, H. A. A., & Alfarisi, M. Z. (2001). Asbab al-nuzul. Bandung: CV Penerbit Diponegoro.
Durand, S. (2023). Pengaruh mental dan tanggung jawab perempuan yang menjadi orang tua tunggal setelah perceraian: Sudut pandang hukum Islam. SPECTRUM: Journal of Gender and Children Studies, 3(2), 88–101.
Fahrezi, I. (2022). Kewajiban suami dalam pemberian nafkah istri. El-Thawalib, 3(3).
Fatakh, A. (2018). Nafkah rumah tangga dalam perspektif hukum Islam. Inklusif: Jurnal Pengkajian Penelitian Syariah dan Ilmu Hukum, 3(1), 57–74.
Fatnadila, A. (2025). Hukum iddah dalam perkawinan Islam: Reinterpretasi terhadap hak dan kewajiban perempuan pasca perceraian. Lex Aeterna Law Journal, 3(3), 82–89.
Fuadi, A., Anggreni, D., & Fitriyani, S. (2024). Implementasi nafkah iddah di Pengadilan Agama Lubuk Linggau. Jurnal Hadratul Madaniyah, 11(1), 1–9.
Hammad, M. (2014). Hak-hak perempuan pasca perceraian: Nafkah iddah talak dalam hukum keluarga Muslim Indonesia, Malaysia, dan Yordania. Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 7(1), 17–28.
Hayati, F. (2024). Konsep nafkah dalam Islam: Kajian literatur terhadap pemahaman klasik dan pendekatan ekonomi syariah modern. Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory, 2(4), 2230–2239.
Hidayat, R. E., & Fathoni, M. N. (2022). Konsep nafkah menurut Muhammad Syahrur dan Kompilasi Hukum Islam. Syakhshiyyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 2(2), 150–164.
Hudaya, H. (2013). Hak nafkah isteri (Perspektif hadis dan Kompilasi Hukum Islam). Muadalah, 1(1).
Ibn Mandzur. (1985). Lisan al-'Arab (Juz 1, 8, & 15). Beirut: Darul Fikri.
Ibnu Katsir. (2004). Tafsir Ibnu Katsir (Jilid 6 & 8, M. A. Ghoffar, Trans.). Bogor: Pustaka Imam Syafi'i.
Indarti, A. P. N. (2025). Ijtihad hakim dalam menentukan kadar nafkah iddah, nafkah mut'ah, dan nafkah anak pasca cerai talak berdasarkan tinjauan hukum Islam di Pengadilan Agama Kabupaten Kediri (Skripsi tidak dipublikasikan). IAIN Kediri, Kediri.
Janah, N. (2017). Telaah buku Argumentasi kesetaraan gender perspektif al-Qur'an karya Nasaruddin Umar. Sawwa: Jurnal Studi Gender, 12(2), 167–188.
Kementrian Agama RI. (2019). Al-Qur'an dan terjemahannya edisi penyempurnaan 2019. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf al-Qur'an.
Khitam, H. (2020). Nafkah dan iddah: Perspektif hukum Islam. Az-Zarqa': Jurnal Hukum Bisnis Islam, 12(2).
Khoiri, A., & Muala, A. (2020). Iddah dan ihdad bagi wanita karir perspektif hukum Islam. JIL: Journal of Islamic Law, 1(2), 256–273.
Kholid, M., & Aziz, A. (2015). Problematika iddah dan ihdad (Menurut Madzhab Syafi'i dan Hanafi). Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman, 1(1), 117–133.
Maghfiroh, L. H., & Faizah, N. (2024). Pemenuhan nafkah iddah dalam perundangan Islam: Hak perempuan pasca perceraian. MASADIR: Jurnal Hukum Islam, 4(1), 885–898.
Masaid, F., Hafifa, Azzahra, E. S., & Wismanto. (2025). Berakhirnya pernikahan di Indonesia dan dampaknya terhadap hukum Islam dan hukum positif. Nian Tana Sikka: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 3(1), 47–58.
Munawwir, A. W. (1997). Kamus al-Munawwir (Edisi II). Yogyakarta: Pustaka Progresif.
Munir, M. S., Kurniawan, R., & Sahroni. (2025). Analisis historis ayat 'iddah dan korelasinya dengan hak keluar rumah bagi wanita karir pasca perceraian. Iqtiran: Journal of Quranic and Interpretation Studies, 1(1), 1–17.
Mustaqim, A. (2025). Metode penelitian al-Qur'an dan tafsir. Bantul, Yogyakarta: Idea Press.
Musthofa, N. H. (2025). Pemetaan ayat-ayat al-Qur'an terhadap diskursus flexing (Perspektif tafsir tematik progresif) (Tesis tidak dipublikasikan). UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.
Mutiara, W., & Aqsha, G. A. (2023). Pertimbangan hukum hakim Pengadilan Agama Kota Padang Kelas 1 dalam pemenuhan hak perempuan pasca cerai gugat terkait pemberian nafkah iddah, mut'ah, dan madhiyah. Sakena: Jurnal Hukum Keluarga, 8(2), 57–68.
Nafi, M. A. (2024). Jaminan hak nafkah iddah isteri perspektif kepastian hukum: Studi komparasi hukum di Indonesia dan Selangor Malaysia (Skripsi tidak dipublikasikan). Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Malang.
Nur Saiful, A. M., Sutan, L., & Halik, F. (n.d.). Hikmah dan rahasia masa 'iddah dalam filosofis hukum Islam. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam, 2.
Nurhasnah. (2024). Peluang dan tantangan pemenuhan hak perempuan pasca cerai gugat di Pengadilan Agama. Usraty, 2(1).
Risal, Kahar, & Hasnawati. (2023). Tinjauan hukum Islam tentang nafkah iddah yang tidak diberikan oleh suami kepada mantan istrinya di Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar. JISH: Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum, 3(1), 15–26.
Rohman, M., & Yuliana. (2024). Iddah sebagai instrumen perlindungan perempuan dalam hukum Islam. MASADIR: Jurnal Hukum Islam, 4(1), 850–863.
Saragih, T. F. R., Pulungan, S., & Budhiawan, A. (2022). Hukum nafkah mut'ah dan idah istri dalam perkara khuluk (Analisis terhadap SEMA No. 3 Tahun 2018 tentang pemberian nafkah idah dan mut'ah pada perkara cerai gugat). Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial, 10(1), 225–238.
Shihab, M. Q. (2002). Tafsir al-Mishbah: Pesan, kesan, dan keserasian al-Qur'an (Jilid 1). Jakarta: Lentera Hati.
Shodiqin, M. (2024). Implementasi ketentuan masa iddah wanita menopause di Kabupaten Kediri. Al-Syakhshiyyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam dan Kemanusiaan, 6(2), 199–213.
Suhendra, D. (2016). Khulu' dalam perspektif hukum Islam. Asy-Syar'iyyah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Perbankan Islam, 1(1), 219–233.
Wianda, A., Qodri, M. A., & Syelvita, R. (2026). Perceraian dengan khulu' dalam perspektif peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Zaaken: Journal of Civil and Business Law, 7(1), 173–187.
Widad, S., & Musthofa, R. Z. (2023). Implementasi Pasal 149 (b) Kompilasi Hukum Islam tentang kewajiban suami pada istri pasca perceraian. HOKI: Journal of Islamic Family Law, 1(1), 10–18.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendididikan dan Studi Islam

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



