RUKHSAH DALAM QS. AL-BAQARAH 185: STUDI KOMPARATIF TAFSIR IBNU KATSIR DAN TAFSIR AL-MISBAH

Authors

  • Yusuf Fauzi Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Author
  • Achris Achsanudtaqwin Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Author
  • Samsul Rifa’i Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Author
  • Dziki Ari Mubarok Universitas Islam Negeri UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Author
  • Amalia Itsna Yunita Universitas Islam Negeri UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Author

Abstract

Puasa Ramadhan adalah salah satu rukun Islam yang harus dilaksanakan oleh seluruh umat Islam yang memenuhi persyaratan secara hukum syari’at. Kewajiban puasa Ramadhan ini berdasarkan firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 183. Selain ayat tersebut, ayat yang juga berbicara terkait ketentuan puasa Ramadhan adalah surat al-baqarah ayat 184 sampai dengan 187. Pada ayat 185, Allah SWT memberikan kemudahan yang dikenal dengan istilah rukhsah (dispensasi) bagi orang sakit dan juga orang-orang yang sedang dalam perjalanan. Kalimat yuriidullaahu bikumul yusro wa laa yuriidukumul ‘usro memberikan penegasan bahwa prinsip kemudahan merupakan karakter dasar dari syari’at agama Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep rukhsah dalam QS. Al-Baqarah ayat 185 dengan pendekatan komparatif antara dua kitab tafsir klasik dan kontemporer yaitu kitab tafsir Al-Qur’an Al-Adzim karya Ibnu Katsir dan kitab tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan tafsir muqaran (komparatif) dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rukhsah diinterpretasikan oleh Ibnu Katsir secara normatif berbasis riwayat (bi al-ma’tsur) dengan menekankan kewajiban mengganti jumlah hari yang ditinggalkan oleh orang sakit dan orang yang sedang dalam perjalanan dengan diperkuat oleh dalil-dalil dari hadis dan juga pendapat para ulama’. Sementara M. Quraish Shihab lebih menekankan interpretasi bahwa rukhsah adalah wujud dari prinsip keringanan atau kemudahan syari’at. Dalam hal ini beliau menekankan dimensi filosofis dan humanistik. Perbedaan ini secara metodologis dipengaruhi oleh perbedaan corak tafsir keduanya. Tafsir Ibnu Katsir bercorak klasik-legalistik dan tafsir Al-Misbah bercorak kontemporer-kontekstual. Penelitian ini menegaskan bahwa rukhsah dalam QS. Al-Baqarah ayat 185 bukan sekedar keringanan hukum, melainkan wujud keseimbangan antara kewajiban normatif dan kemampuan manusia yang relevan dalam dinamika kehidupan modern.

Kata kunci:  Al-Baqarah ayat 185, tafsir Ibnu Katsir, tafsir komparatif, tafsir Al-Misbah, rukhsah

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdul Muiz & Romy Furqani. (2025). The Concept of Ru’yat Al-Hilal According to Muhammad Quraish Shihab (Analytical Study of Q.S. Al-Baqarah: 185 in Tafsir Al-Misbah). Al-Bunyan: Interdisciplinary Journal of Qur’an and Hadith Studies, 2(2), 182–190. https://doi.org/10.61166/bunyan.v2i2.45

Aisyah, A. (2021). Menelaah Mahakarya Muhammad Quraish Shihab: Kajian Metodologis dan Penafsirannya dalam Tafsir Al Misbah. Ulumul Qur’an: Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 1(1), 43–65. https://doi.org/10.58404/uq.v1i1.12

Alfiyah, A., & Azizah, S. (2024). Konsep Bahan Ajar dalam Al-Qur’an: Kajian Kitab Tafsir Al-Misbah dan Tafsir Ibnu Katsir dalam Pendidikan Islam. Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran Dan Tafsir, 7(2), 424–436. https://doi.org/10.58518/3zb17t16

Anisa, D., Waskito, T., & Hasibuan, S. M. (2025). ISTINBATH HUKUM DALAM SURAH AL-BAQARAH AYAT 183-185: MENJEMBATANI KLASIKISME DAN MODERNITAS DALAM KAJIAN TAFSIR. Al FAWATIH:Jurnal Kajian Al Quran Dan Hadis, 6(1), 29–40. https://doi.org/10.24952/alfawatih.v6i1.15330

Aulia, C., Fatimah, S., Maulana, A., & Taqiyuddin, H. (2025). KAIDAH FIQHIYYAH DALAM SURAT AL-BAQARAH AYAT: 183, 184, 185 DAN 187. Al-Ittihad: Jurnal Pemikiran Dan Hukum Islam, 11(1), 155–174. https://doi.org/10.61817/ittihad.v11i1.271

Halimah Halimah, Gita Anggraini, Azh-Zhahra Olfa, Desvyna Tri Yanitha, & Lahmudinur Lahmudinur. (2026). Kaidah Al-Masyaqqah Tajlib Al-Taysir: Kajian Komprehensif tentang Kesulitan, Rukhshah, dan Cabang-Cabangnya dalam Fiqih Islam. Student Research Journal, 4(3), 374–386. https://doi.org/10.55606/srj-yappi.v4i3.2771

Iqbal Syaifudin & Ainur Rhain. (2025). Puasa dan Gaya Hidup Sehat, Tafsir Tematik QS. Al-Baqarah: Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 3(4), 4064–4072. https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.1204

Mubhar, M. Z., Hawirah, H., & Mubhar, I. Z. (2025). PRINSIP KESEIMBANGAN ANTARA AL-‘USR (KESULITAN) DAN AL-YUSR (KEMUDAHAN) DALAM AL-QUR’AN; PEDOMAN BAGI MUSLIM DALAM MENYIKAPI KEHIDUPAN MODEREN. Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur’an Dan Tafsir, 10(2), 94–109. https://doi.org/10.47435/al-mubarak.v10i2.4255

NASUTION, I. (2025). ANALISIS I’RAB DALAM QS AL-BAQARAH AYAT 185 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KETENTUAN RUKHSAH BAGI MUSAFIR (Perspektif Tafsir Al-Bahr Al-Muhith). Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

Nur Suci Alawiyah, Mhd Amar Adly, & Heri Firmansyah. (2024). Kaidah المشقه تجلب التيسير dan Penerapannya dalam Hukum Keluarga. ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum Dan Humaniora, 2(4), 94–107. https://doi.org/10.59246/aladalah.v2i4.946

Qolbi, A., & Dimyati, D. (2025). Implementasi Penerapan Kaidah Al-Mashaqqah Tajlib Al-Taysir Dalam Praktek Sosial-Ekonomi. TIJAROTANA : Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Syariah, 5(02). https://doi.org/10.64454/tj.v5i02.2

Rafi, I. (2018). Golongan yang Mendapatkan Rukhṣah dalam Ibadah Puasa dan Konsekuensi Hukumnya. Nukhbatul ’Ulum, 4(2), 150–172. https://doi.org/10.36701/nukhbah.v4i2.47

Yusran, Ahmad Musyahid, & Andi Akmal. (2025). Kaidah-Kaidah Fikih dalam Kondisi Menyulitkan: Kajian atas Kaidah Pokok, Cabang, dan Penerapannya. JIMU:Jurnal Ilmiah Multidisipliner, 3(03), 2200–2211. https://doi.org/10.70294/jimu.v3i03.1003

Downloads

Published

30-06-2026

How to Cite

RUKHSAH DALAM QS. AL-BAQARAH 185: STUDI KOMPARATIF TAFSIR IBNU KATSIR DAN TAFSIR AL-MISBAH. (2026). Jurnal Pendididikan Dan Studi Islam, 1(2), 33-41. https://journal.ranufa.com/index.php/PISI/article/view/82