MASYARAKAT ISLAM TRADISIONAL URBAN Studi Pembinaan Agama Pada Majlis Ta’lim Abang Becak (MATA BACA) Nurul Hayat Surabaya
Keywords:
Islam Trdisional, Urban, Majlis Ta’lim Abang BecakAbstract
Penelitian ini mengkaji tentang pembinaan masyarakat pada lembaga sosial keagamaan di yayasan Sosial Nurul Hayat Surabaya dalam hal ini tergabung dalam komunitas Majlis Ta’lim Abang Becak (MATA BACA), dalam penelitian tersebut menfokuskan pada posisioning kehidupan mereka yang penuh tantangan dan rintanga di perkotaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi dan partisipan. Adapun teknik analisisdata yang akan digunakan adalah kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Adapun Temuan penelitian bahwa banyaknya masyarakat Islam Tradisionalis-Urban, istilah tersebut kami kategorisasikan yakni munculnya para eksodus masyarakat desa hijrah ke kota berwal untuk mencari nafkah, kemudian keadaan mereka yang serba apa adanya apa yang mereka miliki untuk eksis menjalani hidup di perkotaan, dari sini mereka seolah-olah kehilangan identitasnya sebagai manusia tak berharga baik dari sisi rohani, sosial dan perekonomianya. Maka mereka mencari dan berbondong mengikuti kajian kerohanian yang di selenggarakan oleh Nurul Hayat melalui majlis taklim komunitas abang becak, harapannya untuk kedepan ada yang mampu menyempurnakan riset ini melalui, riset-riset, kajian- kajian terkait isu-isu sosial religious yang selama ini menjadi tanggung jawab kita bersama.
Downloads
References
Abdul Muiz, & Furqani, R. (2025). The concept of ru'yat al-hilal according to Muhammad Quraish Shihab (Analytical study of Q.S. Al-Baqarah: 185 in Tafsir Al-Misbah). Al-Bunyan: Interdisciplinary Journal of Qur'an and Hadith Studies, 2(2), 182–190. https://doi.org/10.61166/bunyan.v2i2.45
Alawiyah AS, T. (1997). Strategi dakwah di lingkungan majelis taklim. Mizan.
Arifin, S. (2015). Psikologi agama. CV Pustaka Setia.
Aziz, A. (2021). Peran majelis taklim dalam meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat. Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 6(2).
Aziz, M. A. (2019). Ilmu dakwah. Kencana.
Basyiruddin, M. (2002). Metodologi pembelajaran agama Islam. Ciputat Pers.
Creswell, J. W. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (2018). The SAGE handbook of qualitative research (5th ed.). SAGE Publications.
Helmawati. (2013). Pendidikan nasional dan optimalisasi majelis taklim: Peran aktif majelis taklim meningkatkan mutu pendidikan. Rineka Cipta.
Hidayat, R. (2022). Majelis taklim sebagai media pemberdayaan masyarakat berbasis dakwah. Jurnal Bimas Islam, 15(1), 89–108.
Ilyas, Y. (2014). Kuliah aqidah Islam. LPPI.
Khusna, N., & Rahman, A. (2023). Religious coaching through majelis taklim in strengthening Islamic values among urban communities. Jurnal Pendidikan Islam, 12(1).
Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.
Qaradawi, Y. A. (1995). Iman dan kehidupan (Terjemahan). Gema Insani Press.
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendididikan dan Studi Islam

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



